Example floating
Example floating
Uncategorized

Nama Nasabah Dicatut Sebagai Penerima Kredit Fiktif, Kuasa Hukum Layangkan Somasi kepada Bank Artha Graha Internasional Cabang Pekanbaru

60
×

Nama Nasabah Dicatut Sebagai Penerima Kredit Fiktif, Kuasa Hukum Layangkan Somasi kepada Bank Artha Graha Internasional Cabang Pekanbaru

Share this article

“Kuasa Hukum Nasabah TSL”

Pekanbaru, Permasalahan ini berawal ketika Tri Sulastri Lestari (TSL) ingin mengajukan pinjaman kepada salah satu Lembaga Pembiayaan di kota Pekanbaru pada tanggal 10 Mei 2024. Beberapa hari setelah itu tepatnya tanggal 13 Mei 2024, TSL mendapatkan hasil BI Checking dari pihak Lembaga Pembiayaan tersebut dengan historis Kolektibilitas 5 alias kredit macet. Usut punya usut setelah ditelusuri, nasabah TSL tercatat ada kredit macet pinjaman sebesar Rp25.000.000-, (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) dengan nomor akad 123/BAGI/KUR/PKU/X/2017” di Bank Artha Graha Internasional Cab. Pekanbaru.

Nasabah TSL sempat mendatangi Bank Artha Graha Internasional Cab. Pekanbaru yang beralamat di jalan Riau No.19 C Kota Pekanbaru, Riau untuk meminta klarifikasi, namun pihak Bank Artha tidak memberikan jawaban. Atas hal tersebut Nasabah TSL mendatangi Kantor Hukum AS Law Firm yang beralamat di Jl. Samarinda, Kel. Tangkerang Utara, Kec. Bukit Raya, Kota Pekanbaru, untuk meminta bantun hukum terkait persolan hukum yang dihadapi.

Tim Hukum As Law Firm yang terdiri dari Alfikri, S.H.,M.H. CIRP, Bernatd Jufly, S.H.,M.H., Rio Satria Harahap, S.H. dan Alfisra, S.H., langsung bergerak cepat setelah tandatangan kuasa dengan nasabah TSL untuk segera mengirimkan Surat Peringatan (Somasi) terhadap Bank Artha Graha Internasional Cab. Pekanbaru meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban.

Pada intinya Kuasa Hukum Nasabah TSL menerangkan bahwa kliennya tidak pernah mengajukan pinjaman pada Bank Artha Graha Internasional Cab. Pekanbaru. Klien atau pun masyarakat akan sangat dirugikan karena identitasnya tercantum di data BI Checking dengan Historis Kredit Macet dan tidak bisa melakukan pinjaman bank. Adanya hasil BI Checking tersebut pihak Bank Artha telah melakukan pelanggaran hukum baik secara perdata maupun secara pidana.

Lebih lanjut Alfikri Lubis menerangkan bahwa adapun pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak Bank Artha Graha Internasional Cab. Pekanbaru jika terbukti mencatut nama nasabah atau masyarakat sebagai penerima kredit fiktif antara lain tindak pidana penipuan dan pemalsuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUH Pidana Jo. Pasal 263 KUH Pidana, Perbuatan Melawan Hukum dengan Pasal 1365 KUH Perdata, juga dapat dikenakan dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan, Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Data Pribadi, dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 jo. Undang-Undang No.19 Tahun 2016 jo. tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Tim hukum akan menempuh upaya hukum baik secara perdata maupun secara pidana jika Pihak Bank Artha Graha Internasional Cab. Pekanbaru mengabaikan Surat peringatan dan tidak memberikan pertanggungjawaban karena telah diduga merugikan nasabah.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *